Mengurangi Resiko SQL Injection dengan Script Filter Parameter HTTP

Salah satu bug yang paling ditakuti di dunia pemrograman web adalah : SQL Injection Vulnerability. Dalam dunia hacking sering disebut dengan SQLiv. Bug ini termasuk paling banyak dijumpai publikasinya di situs-situs pempublish bug dan hacking. SQL Injection ini termasuk bug dengan jenis resiko tinggi. Injeksi SQL biasanya dilakukan dengan cara memasukkan perintah atau sintaks tambahan ke dalam FORM yang ada dalam web tersebut, baik FORM di address bar, maupun FORM yang ada pada content.

 

Dasar Teknis

1. Serangan GET Methode

Dalam membuat web, biasanya kita akan gunakan pemanggilan ID atau kode unik untuk mengundang suatu konten. Misal:

Kira-kira, proses SQL yang dibentuk adalah :

Apa yang terjadi apabila seseorang menambahkan perintah di belakangnya?

dan selanjutnya? Jika penambahan 1=1 dan 1=0 menghasilkan efek yang berbeda, dengan

1=1 posting/berita tetap muncul (tidak error)

1=0 berita tidak muncul (error)

Error message memang bisa saja ditutup dengan mengganti value PHP.INI dengan display_errors=’false’. Namun proses error tetap saja terjadi. Maka sebenarnya sintaks perintah di belakang parameter ID itu diproses oleh script. Berbahaya? Ya, sangat berbahaya. Biasanya penyusup akan menggunakan methoda UNION untuk melakukan serangan selanjutnya. Anggap dalam tabel berita bagian yang diambil adalah terdapat 4 kolom/field

 

Proses UNION adalah proses dua SELECT yang harus memiliki jumlah field terpanggil yang sama. Jika sampai proses UNION tidak sama jumlah fieldnya, maka akan terjadi error. Error adalah informasi berharga untuk seorang intruder. Misal si intruder mencoba melakukan pemanggilan sebagai berikut :

 

maka halaman tersebut tidak akan muncul content. Maka dia bisa melanjutkan

hingga

 

Pada saat itu, halaman selain menunjukkan posting content tersebut, juga akan menampilkan tulisan 1,2,3,4 sesuai dengan fieldnya. Saat itulah si intruder memanfaatkan seperti berikut:

Pencarian versi MySQL

 

Pencarian nama database yang aktif

 

Pencarian nama user database aktif

 

Pencarian nama database lain

 

Pencarian nama tabel untuk database ‘web’ misal

Pencarian nama kolom / field untuk tabel ‘user’ dalam database ‘web’ misal

 

Pencarian data dalam kolom user atau password

 

Setelah mendapatkan user dan password dari tabel user, maka dapat dieksekusi Login ke dalam form. Proses lain dapat juga dengan mencoba membaca file dalam sistem atau menulis file dalam sistem

 

atau bahkan

 

Cerita mengenai hacking dengan sql injection akan dibahas dalam posting lain.

 

2. Serangan POST Method

Serangan ini biasanya dilakukan pada FORM login.

Serangan ini biasanya memanfaatkan logika pemrograman sebagai berikut :

 

Logika ini benar, memanfaatkan operator logika AND. Sehingga session baru terbuka jika PASANGAN username dan password itu terdapat dalam tabel user.

Apa yang terjadi apabila kita memasukkan pada kolom login tersebut adalah : admin’ OR”=’ ? Maka proses query yang terjadi menjadi seperti ini

SELECT * FROM user WHERE username=’admin’ OR ”=’‘ AND password=”;

Bagian tercetak kuning merupakan masukan yang berasal dari form. Sedangkan proses logika AND menjadi tercemar oleh OR, sehingga password salahpun akan dianggap benar. Padahal jika logika tersebut benar, sessi akan terbuka untuk si penyusup, tanpa perlu tahu passwordnya.

 

3. Blind SQL Injection

Blind SQL Injection adalah SQL Injection tanpa petunjuk error atau penampilan yang jelas. Tetap Blind SQLiv ini BERBAHAYA.

 

Gejala-gejala

Melihat gejala sebuah situs mengidap penyakit ini adalah dengan beberapa cara:

  1. Menambahkan tanda petik. Jika pada halaman muncul error maka ada kemungkinan potensi bahaya itu ada.
  2. Menambahkan logika 1=1 dan 1=0. Jika dengan 1=1 berita masih muncul tapi 1=0 tidak muncul maka potensi itu ada
  3. Mencoba form login dengan memasukkan admin’ or ”=’pada kolom user dan password. Apakah anda dapat masuk ke halaman admin
  4. Memanfaatkan pentester software, seperti SQLMap, Hexjector ataupun Havij dan lain sebagainya.

 

Penanggulangan

Beberapa cara pengurang resiko bug ini adalah:

  1. Melakukan filtering parameter yang perlu dimasukkan sebagai proses SQL
  2. Melakukan penutupan error dan pembatasan jumlah karakter parameter/post
  3. Menggunakan user database dan password yang bukan root, dan beda aplikasi web seharusnya berbeda pula user dan grant nya
  4. Menata permission struktur direktori secara benar sehingga web tetap bisa melakukan penulisan, juga mysql tidak dapat menulis ke dalam file.
  5. Penggunaaan mod_rewrite apache untuk me-rewrite URL sehingga selain SEO Friendly juga aman.
  6. Melakukan sanitasi file upload dengan benar. Jika hanya dibutuhkan file gambar, maka hanya bertipe gambar saja yang boleh masuk.
  7. Penggunaan program semacam antivirus seperti clamav dan lain sebagainya.
  8. Penutupan database information_schema.
  9. Untuk penggunaan CMS, rajin update juga menjadi faktor penting. Namun kadang pluggins merupakan faktor yang sering membawa bug.
  10. Memanfaatkan log error dan access secara benar. Pengecekan apakah terjadi injection dapat dimulai dari sini.

dan lain sebagainya.

 

Contoh Script Filter Parameter sederhana:

$id = filter_param($_GET['id']);
$username = filter_param($_POST['username']);
$password = filter_param($_POST['password']);
 

SQL Injection dapat terjadi pada semua jenis database. Oracle, SQLServer, Access dan lain-lain. Pada windows, SQL Server juga memiliki fungsi executable yang cukup berbahaya.

Tulisan ini sekedar sharing, tidak bermaksud menggurui, mengingat juga bahwa masih banyak bug yang terdapat pada produk yang dibuat oleh penulis. Semoga bermanfaat

3 thoughts on “Mengurangi Resiko SQL Injection dengan Script Filter Parameter HTTP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code class="" title="" data-url=""> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <pre class="" title="" data-url=""> <span class="" title="" data-url="">