[Tips] Membuat Multi Subdomain dan Memetakan dalam Database

Kita tentu sering menggunakan fasilitas blog dengan support subdomain, seperti wordpress.com, atau blogger.com dengan layanan blogspot.com dan lain sejenisnya. Ketika mendaftarkan sebuah blog, maka kita akan diberikan sebuah blog dengan subdomain seperti yang kita daftarkan, seperti contoh: http://bimosaurus.wordpress.com. Sedangkan kita tahu bahwa biasanya proses pembuatan subdomain atau domain saja memerlukan waktu propagasi yang cukup lama, namun dalam pembuatan blog, bisa langsung. Kok bisa?

 

DNS

Untuk masalah DNS kuncinya adalah pada DNS pointernya. Selama DNS Server kita mendukung penggunaan wilcard DNS, maka tidak akan masalah. Setiap subdomain akan langsung diarahkan ke web kita tersebut. Wilcard DNS akan ditandai dengan tanda *. Untuk anda pengguna linux console dapat melakukan pointing wilcard seperti demikian

dns

Disana artinya bahwa untuk seluruh subdomain dari domain anuanucoba.com akan diarahkan ke IP Address 111.111.222.222. Artinya segala akses semua subdomain akan diarahkan pada IP Address tersebut. Bisa juga IP tersebut adalah komputer yang digunakan untuk DNS itu sendiri. Selanjutnya, setelah data tersebut terarah ke IP Address itu, segala request web akan dilayani oleh Webserver (Apache, LightHTTPD, HTTPD dsb). Setelah membentuk wilcard DNS, proses propagasi hanya untuk propagasi wilcardnya. Sehingga setelah proses propagasi (penyebaran domain ke server server DNS) itu selesai, seluruh subdomain akan dianggap sama dengan wilcard DNS. Untuk yang biasa dengan setting WordPressMU tentu telah terbiasa cara ini.

 
Continue reading “[Tips] Membuat Multi Subdomain dan Memetakan dalam Database”

[Tips] Menyiasati Load Tinggi Server Akibat Beban Proses Aplikasi Web (server sendiri)

Bagi anda yang berkecimpung dengan blog atau web dengan memanfaatkan CMS di hosting entah Hosting, VPS, Dedicated Server, Colocation Server sampai server Mandiri, tentu akan sering merasakan betapa CMS kita akan sangat berat diload. Sebagai tambahan informasi, bahwa beberapa CMS terutama WordPress dan Joomla memiliki dukungan plugins yang justru ketika kita gunakan plugins tersebut, akan memakan resource server kita sendiri. Akibatnya, load server terutama ketika memasuki halaman administrator, akan sangat berat loadnya. Untuk pengguna layanan hosting, akibat load server tersebut, atau proses hit ke luar server yang terlalu tinggi, bisa berakibat pada pemblokiran aplikasi kita sendiri. Pernah mengalami? Terutama biasanya terjadi pada CMS-CMS yang menggunakan plugins–plugins untuk SEO (Search Engine Optimizer) aktif. Aktif dalam hal agresif melakukan hit ke luar server kita sendiri.
Continue reading “[Tips] Menyiasati Load Tinggi Server Akibat Beban Proses Aplikasi Web (server sendiri)”