[WebServer] Mengaktifkan Fitur Kompresi Webserver

nginx
Salah satu bentuk dukungan pemilik web terhadap para pengaksesnya adalah : mempermudah proses pembukaan web. Mempermudah itu dapat berarti banyak hal:

  1. Mengaktifkan tampilan yang responsif terhadap lebar layar dan jenis media
  2. Memperingan load web, selain cepat diakses juga mengurangi pemborosan quota selular pengakses


Memperingan muatan web dapat dilakukan dengan cara mengatur konten yang dimuat pertama kali, mengatur size gambar, mengurangi banyaknya script dan lain sebagainya. Namun ada satu fitur penting dalam web server yang dapat memperingan pengakses adalah adanya fitur DEFLATE atau GZIP. Yaitu fitur kompresi dokumen. Dengan fitur kompresi ini, dokumen yang dimuat oleh webserver akan dikompresi lebih dahulu sebelum dikirim ke browser pengakses. Setelah sampai di browser pengakses, akan diekstrak dan ditampilkan dalam keadaan normal.

Dukungan Browser

Untuk keperluan gzip dan deflate, maka browser haruslah lebih dulu melakukan request data yang juga bersifat gzip atau deflate. Pada umumnya browser jaman sekarang akan melakukan request kompresi data. Jika server mendukung kompresi data, namun browser tidak melakukan request kompresi data, maka data yang akan diberikan juga tidak akan bersifat terkompresi.

Dukungan Server

Untuk keperluan kompresi data, maka webserver perlu diberikan modul kompresi data. Berikut pada bagian bawah ini sedikit share untuk aktivasi kompresi data untuk jenis webserver Nginx dan Apache.

1. Ubuntu, Debian, SuSE
Aktivasi jenis linux ini dilakukan dengan menambahkan perintah berikut:

2. CentOS

Dan menambahkan pada /etc/httpd/conf/httpd.conf

Dan restart/refresh webservernya

3. Nginx
Pada umumnya gzip sudah dibawa oleh nginx dalam instalasi standardnya. Admin tinggal melakukan pendefinisian di dalam documentRoot.

.htaccess
Bagi para pemilik web yang sudah terlanjur menggunakan webhosting, dimana kita tidak mungkin lagi melakukan modifikasi webserver, dapat diberikan langkah berikut melalui penambahan file .htaccess. Pada .htaccess Apache dapat ditambahkan seperti berikut:

Sedangkan pada nginx dapat dilakukan penambahan seperti berikut:

Cara Testing

Testing gzip/deflate dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:

  1. Testing dari sisi client
  2. Testing secara online
  3. Testing secara online terhadap keseluruhan web

Testing dari sisi client

Testing dari sisi client dapat dilakukan dengan perintah bash linux:

atau

Hasilnya kira-kira seperti berikut:

Vary: Accept-Encoding menunjukkan bahwa browser melakukan request format tergzip. Sedangkan Content-Encoding: gzip adalah menunjukkan bahwa halaman index dalam situs bimosaurus.com telah dalam keadaan terkompresi. Namun tidak serta merta seluruh dokumen dalam situs tersebut dalam keadaan terkompresi. Oleh karena itu kita dapat memeriksa satu sample file pendukung lain semisal adalah styles.css

Testing Online

Proses testing dapat juga dilakukan dari situs luar seperti misal : http://www.whatsmyip.org/http-compression-test/

Testing keseluruhan

Beberapa situs yang sering digunakan antara lain:

http://www.websiteoptimization.com/services/analyze/

http://tools.pingdom.com/fpt/

http://www.webpagetest.org/

https://developers.google.com/speed/pagespeed/?csw=1

http://yslow.org/

Sekian, semoga berguna

One thought on “[WebServer] Mengaktifkan Fitur Kompresi Webserver

Leave a Reply to Fauzi ridwan Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code class="" title="" data-url=""> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <pre class="" title="" data-url=""> <span class="" title="" data-url="">