IP Addressing dan Subnetting

IP Address dan DNS

IP Address, adalah alamat sesungguhnya pada sebuah komputer atau host (sesuatu yang dianggap sebagai komputer, seperti HP, server, router dan lainnya). Jika selama ini kita menggunakan nama ‘google.com’ sebagai nama panggil dari situs google, maka sebenarnya nama tersebut hanyalah terjemahan pada bahasa manusia. Alamat sesungguhnya adalah berupa susunan yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu IP Address. Proses penterjemahan adalah menggunakan metode yang diberi nama DNS (Domain Name System). IP Address saat ini telah mencapai versi 6. Namun jenis IP yang digunakan saat ini paling populer adalah IP Address versi 4.

Syarat Pengalamatan Komputer

IP Addressing, atau pengalamatan komputer, dalam IP Versi 4 memiliki syarat-syarat tertentu, antara lain

  • IP Address dengan nomer belakang 0 tidak boleh digunakan untuk pengalamatan host atau komputer. Karena IP belakang 0 adalah network ID, atau penyebutan seluruh network. Misal : 192.168.100.0, adalah penyebutan seluruh network yang berawal 192.168.100.x
  • IP Address dengan nomer belakang 255 tidak boleh digunakan untuk pengalamatan host atau komputer. Karena IP belakang 0 adalah alamat broadcast. Seluruh komputer dalam network akan mengadakan proses broadcast untuk memberitahukan proses update yang terjadi dalam satu komputer terhadap network
  • IP Address 127.0.01 sebaiknya tidak digunakan dalam pengalamatan komputer. Bisa digunakan, namun disarankan untuk tidak, karena IP 127.0.0.1 adalah komputer itu sendiri, komputer masing-masing. Dalam dunia network, nomer tersebut dianggap sebagai loopback.
  • IP Address 192.168.x.x, 172.16.x.x, 10.x.x.x sebaiknya tidak digunakan dalam pengalamatan IP Publik. Karena alamat tersebut dialokasikan untuk komputer dalam local area network. Dalam networking, terdapat wilayah network atau skop network, yaitu LAN (local area network), WAN (wide area network) dan internet. Pemisahan tersebut dilakukan agar dapat hemat IP Address publik.

IP Address V4 dan Angka Biner

IP Address v4 tersusun dari 4 blok bilangan desimal dengan susunan:

Setiap blok dapat berisi angka 0-255. Namun sebenarnya yang terjadi, angka desimal tersebut merupakan terjemahan dari 8 bit angka biner. Angka biner adalah angka yang terdiri dari dua angka saja : 0 dan 1. Kira-kira tabel angka biner akan seperti berikut:

Table Urutan Angka Desimal dan Biner

Desimal Biner
0 0
1 1
2 10
3 11
4 100
5 101
6 110
7 111
8 1000
9 1001
10 1010
11 1011
12 1100
13 1101
14 1110
15 1111

Dari keterangan-keterangan diatas, jika akan dijadikan angka biner, maka sebenarnya susunan akan seperti berikut:

Konversi Angka Biner ke Desimal

Konversi angka biner ke dalam desimal cukup mudah, hanya diperlukan mengingat pola ini

Maksud dari notasi tersebut adalah:

  • Jika urutan nomer 1 berisi 1 maka bernilai 128
  • Jika urutan nomer 2 berisi 1 maka bernilai 64
  • Jika urutan nomer 3 berisi 1 maka bernilai 32
  • Jika urutan nomer 4 berisi 1 maka bernilai 16
  • Jika urutan nomer 5 berisi 1 maka bernilai 8
  • Jika urutan nomer 6 berisi 1 maka bernilai 4
  • Jika urutan nomer 7 berisi 1 maka bernilai 2
  • Jika urutan nomer 8 berisi 1 maka bernilai 1

Maka jika sebuah angka biner bernilai : 10101010, maka nilai desimalnya adalah
128+0+32+0+8+0+2 = 170.

Cobalah hitung IP Address biner, konversikan ke dalam desimal:
11000000.10101000.00000001.00000001

Konversi Angka Desimal ke Biner

Proses konversi angka desimal ke dalam biner juga cukup mudah, yaitu dengan cara melakukan pembagian dua pada angka desimal yang ada, hingga habis. Sebagai contoh adalah, untuk angka 202

Hasil Akhir adalah 1. Angka biner yang didapat adalah susunan dari hasil akhir
biner, dengan urutan sisa yang dilihat secara mundur: berarti

Coba konversikan ke dalam angka biner angka Desimal berikut ini : 222

NetID dan HostID

Sebagai informasi, bahwa sebenarnya, IPv4 terbagi menjadi dua bagian, yang pertama adalah network address (netID) dan yang ke dua adalah host address (hostID). Maka klasifikasi akan menjadi seperti berikut:

  • Network 8 bit
    Yaitu IP yang angka networknya (netID) terletak pada 8 bit pertama. Angka di belakangnya dianggap angka host (hostID)

    Susunan notasi angka tersebut biasa dilengkapi dengan penanda prefix network /8. Misal : 10.10.10.1/8

    Dalam satu network 8 bit, akan mampu menampung sejumlah host : (2n)-2 = (224)-2
    Angka pengurang 2 adalah angka network dan angka broadcast.
    Selanjutnya rumus tersebut merupakan rumus menentukan jumlah host yang ada di dalam satu network.

  • Network 16 bit
    Yaitu IP yang angka networknya (netID) terletak pada 8 bit pertama. Angka di belakangnya dianggap angka host (hostID)

    Susunan notasi angka tersebut biasa dilengkapi dengan penanda prefix network /16. Misal : 172.16.0.1/16

    Dalam satu network 8 bit, akan mampu menampung sejumlah host : (2n)-2 = (216)-2

  • Network 24 bit
    Yaitu IP yang angka networknya (netID) terletak pada 24 bit pertama. Angka di belakangnya dianggap angka host (hostID)

    Susunan notasi angka tersebut biasa dilengkapi dengan penanda prefix network /24. Misal : 192.168.0.1/24

    Dalam satu network 8 bit, akan mampu menampung sejumlah host : (2n)-2 = (28)-2 = 254 host atau IP

Subnetting

Hampir dalam seluruh testing ujian vendor semacam Mikrotik, Cisco, BNSP, RedHat, atau Microsoft (agak beda), dalam ujian berkaitan jaringan, pasti akan melibatkan subnetting. Apakah subnet itu?

Subnet adalah : membagi kembali network, menjadi beberapa subnetwork yang lebih kecil, dengan cara mengambil beberapa bit depan angka host, sebagai angka subnet.

Apakah maksudnya? Akan diambil contoh sebuah netID : 192.168.100.0/24 berarti jaringan netID 24 bit. Berisi (28)-2 = 254.

Susunan netId dan hostId adalah:

Kemudian karena kebutuhan network, akan diberikan notasi baru:

Diambil 3 bit angka host sebagai subnet. Maka di dalam network tersebut terdapat beberapa hal berikut:

  1. Jumlah bit subnet adalah 3 bit
  2. Jumlah bit host adalah 5 bit
  3. Jumlah subnet adalah 23 = 8 (menentukan subnet tidak dikurangi 2)
  4. Jumlah host dalam satu subnet adalah (25)-2 = 30 host.
  5. Jumlah prefix adalah (angka network + angka subnet) = 24 + 3 = 27
  6. Notasi baru untuk susunan IP Address tersebut adalah 192.168.100.0/27
  7. Subnet yang ada adalah
      • Subnet 1 dengan angka bit subnet 000 : -> 192.168.100.0
      • IP yang dapat digunakan 192.168.100.1-192.168.100.30
      • angka broadcast 192.168.100.31
      • Subnet 2 dengan angka bit subnet 001 : -> 192.168.100.32
      • IP yang dapat digunakan 192.168.100.33-192.168.100.62
      • angka broadcast 192.168.100.63
      • Subnet 3 dengan angka bit subnet 010 : -> 192.168.100.64
      • IP yang dapat digunakan 192.168.100.65-192.168.100.94
      • angka broadcast 192.168.100.95
      • Subnet 4 dengan angka bit subnet 011 : -> 192.168.100.96
      • IP yang dapat digunakan 192.168.100.97-192.168.100.126
      • angka broadcast 192.168.100.127
      • Subnet 5 dengan angka bit subnet 100 : -> 192.168.100.128
      • IP yang dapat digunakan 192.168.100.129-192.168.100.158
      • angka broadcast 192.168.100.159
      • Subnet 6 dengan angka bit subnet 101 : -> 192.168.100.160
      • IP yang dapat digunakan 192.168.100.161-192.168.100.190
      • angka broadcast 192.168.100.191
      • Subnet 7 dengan angka bit subnet 110 : -> 192.168.100.192
      • IP yang dapat digunakan 192.168.100.193-192.168.100.222
      • angka broadcast 192.168.100.223
      • Subnet 8 dengan angka bit subnet 111 : -> 192.168.100.224
      • IP yang dapat digunakan 192.168.100.225-192.168.100.254
      • angka broadcast 192.168.100.255

Latihan : Silakan lakukan perhitungan untuk sebuah IP Address 192.168.40.0/28, tentukan jumlah host dalam satu subnet, dan jumlah subnet dalam satu host!

Netmask dan Subnetmask

Agak mengherankan bahwa Netmask ditemukan lebih dulu ketimbang prefix network. Netmask adalah susunan mirip IP address yang digunakan untuk penandaan angka network atau subnetwork, dengan mewakilkan seluruh angka network dan subnetwork sebagai 1, dan angka host sebagai 0. Misal terdapat susunan IP Network 192.168.220.0/29. Maka susunan notasi bit network menjadi seperti berikut

n adalah angka bit network, s adalah angka bit subnet, dan h adalah angka bit host. Jika seluruhnya angka network dan subnet diganti dengan angka 1, dan host diganti angka 0 maka akan menjadi seperti berikut:

Jika angka bit tersebut di desimalkan akan menjadi sebuah susunan: 255.255.255.248, maka susunan IP dalam format subnetmask adalah 192.168.220.0/255.255.255.248

Cobalah hitung soal latihan di atas, lakukan perhitungan subnetmask. Kemudian lanjutkan perhitungan ini :
202.167.30.0/255.255.255.252

Tentukan berapakah angka prefix, berapa angka bit network ID, berapa angka bit host Id, berapa jumlah host satu subnet, dan berapa jumlah subnet dalam satu network!

Mengapa harus disubnet?

Menggunakan subnet memiliki keuntungan sebagai berikut:

  • Mempermudah pembagian network
  • Mempersempit jalur broadcast. Gangguan network banyak sekali menggunakan konsep broadcast

IP Calculator

Untuk mempermudah pekerjaan perhitungan, dapat digunakan IP calculator. Disarankan penggunaan ini hanya untuk yang bersifat permulaan. Mengetahui konsep IP Address jauh lebih baik. Pada kasus-kasus lapangan, IP Addressing akhirnya dihafalkan oleh pelaku lapangan, karena pekerjaan yang biasa dilakukan sehari-hari. Berikut pada gambar diberikan beberapa contoh penggunaan IP Calculator online. Silakan dicari sendiri pada search engine, dan lakukan perhitungan versi anda sendiri, dan anda dapat mencocokkannya.

ensiklo3
IP Calculator

Selamat mencoba!

Note : Tulisan ini pernah saya terbitkan di media lain : tekno.ensiklo.com. Namun karena permintaan, maka tulisan ini kembali saya publish, di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code class="" title="" data-url=""> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <pre class="" title="" data-url=""> <span class="" title="" data-url="">