Apache : Menonaktifkan Fungsi PHP pada Direktori

Pada model webserver dengan Apache, PHP berjalan atas ‘perintah’ Apache. PHP dapat berjalan dengan beberapa mode :

1. mod_php

2. CGI mode

3. FPM mode

PHP akan menjalankan sintaks-sintaks PHP, dan akan memberikan hasil keluarannya sebagai masukan bagi Apache. Apache akan mengeluarkan hasilnya dengan mengirimkan hasilnya pada browser, dengan format HTML.

Sebuah aplikasi berbasis web biasanya memiliki sebuah direktori (folder) tempat upload file. Direktori ini selalu harus dapat ditulisi oleh webserver (apache writable). Karena sifat writable inilah, sebuah uploadable-directory memiliki potensi risiko bahaya serangan inject. Serangan-serangan hacking, pada umumnya akan mengarah lebih dulu pada direktori-direktori sejenis itu. Penyerang melakukan upload backdoor, php-shell atau sejenisnya yang dapat digunakan untuk mengontrol seluruh direktori dan database, pada uploadable directory tersebut. Hal ini yang akan membuat dilema seorang pengelola server. Jika direktori tidak dapat ditulis (not-writable) maka file gambar dan sejenisnya tidak dapat diupload. Namun jika dapat ditulisi, akan menjadi sasaran bagi para penyerang.
Continue reading “Apache : Menonaktifkan Fungsi PHP pada Direktori”

Bermain-main dengan CURL

CURL adalah sebuah produk project berbasis ‘command line’ yang digunakan sebagai software client HTTP. Dalam prakteknya, CURL digunakan untuk melakukan hit terhadap sebuah URL, dan akan menangkap kembalian dalam wujud text mode. Sederhananya : browsing dengan command line. Mengapa CURL harus ada? CURL ada untuk menjadi cikal-bakal browser lainnya, dapat juga menjadi tool yang digunakan oleh bahasa-bahasa pemrograman, untuk mendapatkan hasil browsing berupa text, sehingga dapat dikenai aksi parsing.

Bagaimana instalasi CURL?

Untuk Linux user, CURL adalah perangkat yang sudah disediakan di repository instalasi distro masing-masing Linux.

Instalasi dapat juga dilakukan dengan melakukan dowload langsung dari https://curl.haxx.se, kemudian dilakukan kompilasi program sendiri, sesuai petunjuk yang ada pada dokumentasi instalasi situs tersebut.
Continue reading “Bermain-main dengan CURL”

Sysadmin vs ‘DevOps Engineer’

Pada era ini, IT adalah dunia sendiri yang memiliki banyak sekali jobdesk yang berbeda-beda meski hampir sama. Seperti misal : DevOps Engineer, QA, Network Engineer, System Engineer, System Administrator, Technical Support, Helpdesk, Security Administrator dan lain-lain sebagainya. Kali ini saya pingin cerita tentang Sysadmin dan Devops Engineer, sebatas yang saya tahu. Kalau njenengan-njenengan tau tentang ini, tambahkan ya..

Apakah Sysadmin itu?

Sysadmin atau system administrator merupakan orang yang bertugas melakukan kegiatan-kegiatan pengelolaan, perencanaan, peracikan, instalasi, konfigurasi, optimasi, perawatan, pemantauan (monitoring) pada : server, komputer workstation, jaringan LAN dan Internet, dan semua unsur infrastruktur pada sebuah topologi layanan berbasis network.

Continue reading “Sysadmin vs ‘DevOps Engineer’”