Sysadmin vs ‘DevOps Engineer’

Pada era ini, IT adalah dunia sendiri yang memiliki banyak sekali jobdesk yang berbeda-beda meski hampir sama. Seperti misal : DevOps Engineer, QA, Network Engineer, System Engineer, System Administrator, Technical Support, Helpdesk, Security Administrator dan lain-lain sebagainya. Kali ini saya pingin cerita tentang Sysadmin dan Devops Engineer, sebatas yang saya tahu. Kalau njenengan-njenengan tau tentang ini, tambahkan ya..

Apakah Sysadmin itu?

Sysadmin atau system administrator merupakan orang yang bertugas melakukan kegiatan-kegiatan pengelolaan, perencanaan, peracikan, instalasi, konfigurasi, optimasi, perawatan, pemantauan (monitoring) pada : server, komputer workstation, jaringan LAN dan Internet, dan semua unsur infrastruktur pada sebuah topologi layanan berbasis network.

Apakah contoh pekerjaan Sysadmin?

Contohnya adalah melakukan update-update antivirus ada komputer workstation, server. Melakukan instalasi server web, mail server. Melakukan monitoring terhadap insiden-insiden, menyiapkan manajemen risiko sebuah layanan jaringan (backup, restore, investigasi, mitigasi). Melakukan investigasi virus, recovery, penataan jaringan adalah juga tugas sysadmin. Ada pula pekerjaan sysadmin yang overlap dengan pekerjaan Network Engineer. Yaitu pekerjaan yang berkaitan dengan perangkat-perangkat jaringan, topologi dan sejenisnya.
Apakah yang harus dikuasai oleh seorang Sysadmin?

Sysadmin diharapkan menguasai hal-hal berikut :
  1. Sistem Operasi
  2. Jaringan Komputer baik LAN maupun WAN dan internet (TCP/IP).
  3. Perintah dan tool-tool manajemen sistem operasi dan networking
  4. Mengenal protokol-protokol dan program-program layanan network
  5. Mengenal troubleshoot
  6. Mengenal perangkat-perangkat keras komputer, baik client, server, network printer, VOIP
  7. Di fungsi lain saat dimainkan sebagai Network Engineer seorang sysadmin harus mengenal : IP, VLAN, VPN, Router, Firewalling
Apakah DevOps itu?

DevOps adalah sebuah metode yang ditemukan tahun 2009 dalam sebuah konferensi IT scrum di Toronto, yang mengulas tentang proses sirkulasi pengerjaan development sebuah software. Metode itu membawa proses sirkulasi Development dan Operational beserta sub-sub pengerjaannya : Planning, Create, Verify, Package, Release, Contribute, Monitor.
Apakah DevOps Engineer itu?

DevOps Engineer adalah seorang enginner / teknisi yang bertugas melakukan dukungan atau melayani operasional proses DevOps. DevOps ini banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan startup masa kini. Biasanya seorang DevOps ini adalah seorang developer yang difungsikan juga sebagai pengelola system.
Apakah Contoh pekerjaan seorang DevOps Engineer?

  1. Menyiapkan server layanan sistem
  2. Membuat script-script / program dukungan untuk layanan server
  3. Menyiapkan system requirement : software, library, service-service
  4. Melakukan deployment dan reengineering
  5. Quality Assurance
Apakah yang harus dikuasai oleh seorang DevOps Engineer

  1. Pengetahuan dasar sistem operasi
  2. Pengetahuan dasar server dan network service
  3. Bahasa-bahasa pemrograman yang digunakan dalam proses reengineering
  4. Platform-platform web dan framework terbaru, seperti NodeJS, ReactJS, framework-framework terbaru untuk development software
  5. Source Code Management seperti GIT, Fossil, SVN
  6. Penggunaan workspace tool seperti Trello, Asana, Slack dan sejenisnya
Kapankah sebuah perusahaan membutuhkan DevOps Engineer atau Sysadmin?

DevOps Engineer adalah seorang developer yang difungsikan sebagai seorang sysadmin. Biasanya pekerjaan ini dilakukan karena minusnya sysadmin dalam menangani sebuah sistem. Perusahaan-perusaan startup dengan jumlah server sedikit dan tidak memiliki banyak perangkat fisik, cocok untuk penggunaan DevOps Engineer.
Sysadmin akan dibutuhkan pada perusahaan yang sudah menangani banyak server yang menuntut fokus dalam pengelolaannya (Instalasi, konfigurasi, monitoring, optimasi, preventif, investigasi, mitigasi). Perusahaan-perusahaan yang sudah menggunakan network dan topologi besar, juga sebaiknya memberikan perhatian fokus pada tugas-tugas sysadmin dengan person tepat. Bahkan untuk ISP, DevOps Engineer ini malah sangat jarang. Pada ISP malah sebagian besar adalah Network Engineer dan System Administrator.
====
Sekedar Catatan…

Dituliskan juga di : https://www.facebook.com/notes/wahyu-bimo-sukarno/sysadmin-vs-devops-engineer/1692778760766659/

https://www.linkedin.com/pulse/sysadmin-vs-devops-engineer-wahyu-bimo-sukarno/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code class="" title="" data-url=""> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <pre class="" title="" data-url=""> <span class="" title="" data-url="">