Kelakuan Internet Provider Indonesia dan HTTPS

Coba sebutkan beberapa Internet Service Provider di Indonesia yang anda kenal. Tentu kita mengenal provider besar nasional seperti Telkom beserta anaknya : Telkomsel, ada XL, Indosat, 3, dan lain sebagainya. Disamping provider nasional, ada juga provider-provider di daerah masing-masing. Dari sekian banyak, mana yang pernah anda pakai, dan bahkan masih aktif dipakai sebagai pilihan utama? Lantas pernahkah anda benar-benar cek validasi data yang masuk ke dalam browser anda saat browsing?

Dalam catatan saya, ternyata sebagian besar provider nasional berbasis seluler, plus Telkom, benar-benar memaksimalkan untuk keuntungan mereka hingga level data. Sebagai contoh adalah Speedy. Telkom Speedy sengaja melakukan inject script dalam data yang dikirim antara server web ke browser.
Apa efeknya? Efek yang muncul adalah : kadang halaman menjadi rusak, karena beberapa elemen script tertimpa oleh script tambahan Telkom.
Apa gunanya? Gunanya adalah keperluan statistiknya Telkom plus potensi memata-matai data yang diakses oleh tiap user. Gambar berikut adalah contohnya:
script_inject_telkom

Script yang diapit tag “script” tersebut adalah sebuah bukti bahwa halaman kita diinjeksi oleh pihak Telkom untuk keperluan mereka.

Sah? Karena tidak ada kesepakatan khusus, ya sah saja, sekalipun hal ini memang sangat tidak etis. Tapi sepertinya bisnis provider tidak perlu berpikir etis atau tidak :D

Hal demikian juga muncul pada halaman yang dibuka dengan operator seluler lainnya. Tercatat Telkomsel dan Indosat yang saya gunakan juga melakukan hal yang sama. Indosat lebih parah, menampilkan iklan pada halaman google yang saya buka. Terang-terangan. Sayangnya saya belum sempat capture. Akan saya update pada kesempatan lain.

Bagaimana dengan telkomsel? Berikut capturenya

http_telkomsel1

Ini adalah kasus ketika saya membuka halaman Google, berarti google sebagai webserver, dan saya sebagai client. Dari halaman ini terlihat jelas bahwa seluruh halaman google akan diperlakukan sebagai iframe dari halaman telkomsel itu sendiri. Kecurigaan ini muncul karena saya melihat dua scrollbar di sisi kanan.

Akibat lain dari injeksi script ini, tentu selain halaman bertambah besar karena diisi script, ternyata Telkomsel juga membongkar kompresi data yang dibuat oleh server (google). Dibongkar kompresinya, diberikan tambahan script sesuka Telkomsel, kemudian diberikan kepada client dalam kondisi tidak lagi terkompresi. Tak ada risiko buat Telkomsel. Yang ada ya untung besar.

Berikut capture lain terkait size dan header info yang ada pada halaman browser.
http_telkomsel

Gambar diatas jelas sekali bahwa pada header tidak memuat kondisi gzip atau deflate pada Content Encoding di Response Header yang seharusnya ada untuk memperingan / memperkecil transfer rate data di jaringan.

Lantas, perhatikan pada gambar ini :

http_telkomsel2

Hasil ini dianalisa dengan menggunakan tools Google Chrome inspect element. Dari sini terlihat jelas besaran data yang didownload oleh browser kita untuk halaman tersebut.

Beberapa forum saya dapatkan telah berusaha membuat cara menanggulangi hal ini. Namun sepertinya hal ini tidak efektif. Lantas adakah cara yang terbaik untuk menangkal hal ini? Ada. Salah satu cara adalah menggunakan HTTPS. Berikut beberapa hal tentang HTTPS.

  1. HTTPS adalah singkatan dari HTTP Secure
  2. Dikatakan secure karena data transfer antara server ke browser dilakukan secara terenkripsi, sehingga mampu mencegah para maling membajak data dan menginjeksi sesuatu dalam halaman web.
  3. HTTPS adalah layanan yang diberikan oleh server. Sehingga server harus menyediakan layanan tersebut. (Lho kok bimosaurus.com belum? Iya iya, besok saya buat)
  4. Transfer data bank, dan data-data transaksional lainnya menggunakan HTTPS sebagai langkah aman.
  5. HTTPS membutuhkan SSL Secure Socket Layer sebagai langkah enkripsinya. SSL sebagian besar berbayar, namun banyak juga yang bersifat community
  6. Dengan HTTPS, diharapkan provider tidak lagi membongkar gzip dan deflate yang membuat transaksi data menjadi boros quota.

Berikut beberapa perbandingan antara gambar-gambar di atas yang menggunakan HTTP, dengan HTTPS.
https_telkomsel1

Perhatikan gambar di atas, bahwa script ads telkomsel telah tidak lagi ada.

https_telkomsel

Perhatikan gambar di atas, bahwa gzip dan deflate sudah muncul, sehingga dapat dipastikan konten gzip aman tidak dibongkar. (Content Encoding pada response header)

https_telkomsel

Yes, selisihnya adalah 0.1 MB untuk halaman ini. Dari 3.99 menjadi 3.89.

Lantas bagaimana cara membentuk HTTPS? Pada umumnya situs-situs besar seperti google, yahoo, apalagi yang email, internet banking, pasti sudah memanfaatkan fitur ini, dan mengarahkan halaman web untuk mengakses https ketimbang http. Untuk tutorial HTTPS server, tunggu saja artikel selanjutnya.

Sekian ulasan ini.. Saya mau tidur

SSH Tanpa Password dengan Authentication Key

Kadang, karena suatu kebutuhan, dibutuhkan akses SSH tanpa password. Kebutuhan-kebutuhan itu antara lain :

  1. Auto SSH antar server
  2. Auto SCP antar server
  3. Pembentukan SSHFS untuk keperluan mounting data dari satu direktori di satu komputer, agar dapat dijadikan sebagai direktori bagi komputer lainnya.

Secara default, proses SSH sendiri tidak bisa dilakukan tanpa password. Jadi jika dibuat satu akun tanpa password (password kosong) kemudian dilakukan akses SSH ke akun tersebut, tidak akan berhasil. Satu-satunya cara adalah : membuat authentication key dari satu server, yang kemudian dikenali di komputer yang lain.
Continue reading “SSH Tanpa Password dengan Authentication Key”

Asal-usul Hari System Administrator

Ada artikel menarik dari literatur sebelah:

Apa itu SysAdminDay

Dalam dunia IT terutama di kalangan komunitas, dikenal sebuah hari yang dinamakan SysAdminDay atau hari System Administrator. System Administrator adalah sebuah profesi dalam bidang Teknologi Informasi dengan deskripsi pekerjaan menangani sistem komputer, mulai dari hardware, software, jaringan atau network, Operating System, server, web, database, virus, gangguan komputer, dan sejenisnya. Hari System Administrator ini telah dimulai sejak tahun 2000 yang dimulai dengan adanya iklan pada sebuah majalah Hewlett-Packard, yang menyarankan memberikan bingkisan pada orang yang telah memperbaiki sistem komputer kita. SysAdminDay diletakkan pada sebuah hari Jumat terakhir pada bulan Juli, yaitu sebuah hari terakhir bekerja pada bulan Juli, yang di Amerika termasuk bulan yang paling sibuk untuk seorang System Administrator. Hari itu, dianjurkan diberikan penghargaan bagi para System Administrator. Hari itu disebut SysAdminDay, atau disingkat SAD, atau SAAD (System Administrator Apreciation Day). 

System Administrator ini pada umumnya memiliki meja kerja dekat dengan gagang telepon, siap menerima telepon setiap saat, baik telepon dari teman-temannya maupun telepon dari client perusahan tempat dia bekerja. Semua memiliki nada sama : melakukan permintaan / request tentang system. Hardware rusak, IP address conflict, virus, serangan web, flooding, gangguan jaringan, DOS, data rusak, hardisk rusak, listrik mati mendadak, resiko petir adalah pekerjaan tiap hari dari seorang system administrator sebagai seorang yang menjaga seluruh sistem dari accidental risk.
saad

Menyiapkan mitigasi disaster di bidang teknologi informasi pada lingkungan pekerjaannya adalah tugas seorang System Administrator. Menyiapkan sistem backup, melakukan rsync, mengusulkan update UPS, mempersiapkan genset, melakukan setting NAS server, melakukan monitoring jaringan, lembur di kala karyawan lain tertidur untuk melakukan pemantauan traffic web adalah tanggung jawab para system administrator. Menyiapkan topologi datacenter, merancang cabling, melakukan perapian kabel, adalah tugas yang semestinya dilakukan oleh system administrator.
IMG_20150728_064223

Kadang, sysadmin sebagai seorang manusia biasa, harus bekerja trial and error, mencoba dan selalu melewati kegagalan. Dia mencoba dan gagal, hingga akhirnya menemukan metoda suksesnya sendiri. Kadang, seorang sysadmin yang menjadi tumpuan curhat komputer teman-temannya, adalah seorang yang sangat ahli mendengar curhat temannya. Saat dia tidak bisa, setidaknya dia adalah seorang pendengar yang baik.

Happy #SysAdminDay July 31, 2015

Reblog dari http://tekno.ensiklo.com/asal-usul-hari-system-administrator/

[WebServer] Mengaktifkan Fitur Kompresi Webserver

nginx
Salah satu bentuk dukungan pemilik web terhadap para pengaksesnya adalah : mempermudah proses pembukaan web. Mempermudah itu dapat berarti banyak hal:

  1. Mengaktifkan tampilan yang responsif terhadap lebar layar dan jenis media
  2. Memperingan load web, selain cepat diakses juga mengurangi pemborosan quota selular pengakses

Continue reading “[WebServer] Mengaktifkan Fitur Kompresi Webserver”

[FlashBackBlog] Menggunakan nGinX sebagai Reverse Proxy

Nginx, adalah sebuah webserver opensources yang dikembangkan dari keturunan Apache. Nginx, seperti apache, memiliki fungsi melakukan publikasi dokumen dalam sistem, ke sisi publik, melalui protokol HTTP atau port default 80. Nginx, adalah singkatan dari Engine-X. nGinX. Memiliki tingkat keringanan eksekusi dokumen yang lebih kencang daripada Apache. Namun tentu saja beberapa kekurangannya adalah kelengkapan modul yang diperlukan oleh web, kalah oleh Apache. Namun demikian untuk web-web biasa, atau sistem informasi biasa, tidak terlalu membutuhkan modul-modul terlalu lengkap.
Continue reading “[FlashBackBlog] Menggunakan nGinX sebagai Reverse Proxy”

[Flash Back] VirtualHost Apache dan Nginx

virtualhost-block

Webserver, entah apache atau nginx dan lain sebagainya akan mengenal istilah ServerName atau nama panggil. Sebuah server yang dipanggil dengan nama tertentu, misal namaserver.com, akan terjadi proses pengambilan dokumen di dalam webserver. Lokasi dokumen tersebut dinamakan DocumentRoot. Oleh karena itu dalam server apache, akan muncul sintaks konfigurasi seperti berikut:

Continue reading “[Flash Back] VirtualHost Apache dan Nginx”

[Tips] Menambahkan Module dbase pada PHP-5.4

Module dbase, digunakan oleh PHP untuk mengerjakan file-file bertipe DBF. Biasanya merupakan obyek yang dikerjakan oleh bahasa pemrograman Foxpro. PHP sebelum 5.3 justru telah dilengkapi paket installasinya untuk keperluan dbase ini. Setelah muncul PHP-5.3 justru bawaan dbase ini dihilangkan. Pada PHP sebelumnya, cara installasi PHP dbase adalah dengan cara
Continue reading “[Tips] Menambahkan Module dbase pada PHP-5.4″