[Internet] Koneksi Dial Up Linux dengan wvdial

Seorang teman yang masih menggunakan Windows menanyakan pada saya : kalau pakai Linux, terus koneksi internetnya bagaimana?

Sebenarnya di Linux banyak cara yang bisa dilakukan untuk melakukan dialup. Bisa menggunakan Network Manager bawaan Linux Desktopnya, dapat juga menggunakan metode kuno namun canggihnya tetap sepanjang masa, dua diantaranya adalah pppd dan wvdial. Wvdial ini justru paling sering saya gunakan ketika menggunakan Linux dan perlu koneksi internet dialup. Mengapa wvdial? Karena dengan wvdial, kita bisa melakukannya dengan Command Line alias bash-shell. Lho mengapa tidak menggunakan yang bukan command line, bukannya lebih mudah? Ya, pertama alasannya adalah kebutuhan networking memang lebih enak dari sisi remote server dalam format Command line. Kedua adalah , lebih enak dalam mode Command Line karena kita bisa mendapat keterangan / log lebih lengkap tentang keadaan yang terjadi. Jika tidak konek, kita juga bisa menelusur, mengapa tidak konek.

Untuk linux, hampir semua modem dapat didial dengan wvdial ini. Source Code dapat diambil di :

Selanjutnya, lakukan installasi seperti demikian :

Kemudian, kita dapat mulai memasang modem USB. Ingat, sambil pasang, bukalah file /var/log/message dengan perintah tail -f untuk melihat USB modem terdeteksi sebagai port mana. Berikut log saya:

 

Untuk kasus saya, tidak terdeteksi adanya USB yang telah teratach. Maka saya lakukan installasi paksa dengan mode modprobe. Sebelumnya akan dilakukan dulu listing usb yang ada:

lsusb

Perintah tersebut menghasilkan keluaran seperti berikut

Bandingkan dengan /var/log/message maka terlihat adanya persamaan pl2303 (bisa berbeda tiap modem). Maka saya segera mencatat product ID dan vendor ID nya, dan melakukan perintah modprobe diikuti dengan pemasangan vendor = 0x(novendor) product = 0x(noproduct)

Setiap penambahan / penginstallan hardware atau driver, maka kita bisa melihat keluarannya pada dmesg
dmesg|tail

Maka modem terinstall sebagai /dev/ttyUSB0. Selanjutnya kita lihat baudrate yang berjalan di modem tersebut dengan perintah :

Misal keluarannya adalah 230400

 

Dalam kasus saya, saya gunakan telkom Flexi untuk koneksi internet saya. Maka kita gunakan konfigurasi file /etc/wvdial.conf seperti berikut :

 

Proses konfigurasi dan installasi selesai.

 

OPERASIONAL

Ketikkan saja perintah

 

maka akan muncul seperti ini

 

Tentu pada tail -f /var/log/messages juga akan muncul keluaran seperti ini :

 

Jika telah mendapatkan DNS Servernya, silakan ping

 

Untuk kasus saya lancar saja. Untuk Fren lama masih dapat menggunakan modem ini, dengan konfigurasi yang mirip. Berikut diatas adalah contoh menggunakan modem CDMA Flexi jenis Venus. Berikut beberapa konfigurasi yang ada untuk beberapa jenis modem GSM dengan koneksi Telkomsel Flash

Untuk beberapa jenis modem dan kartu lain seperti Indosat M2, hampir sama dengan setting GSM diatas, hanya saja sangat tergantung dari kondisi modem dan konfigurasi authentikasi dari kartunya.

Tips lainnya, untuk dapat konek dengan wvdial dengan command line tidak harus terbuka setelah konek adalah dengan memberi perintah tambahan ketika perintah wvdial dijalankan

 

Selamat mencoba, semoga sukses

Contoh Cara Membuat Sendiri Site Tracker Sederhana

Anda tentu sudah terbiasa dengan counter online semacam feedjit, atau sitetracker, hitwebcounter, dan lain sebagainya. Sebenarnya bagaimana sih cara kerjanya. Cara kerjanya adalah mereka menanam program atau gambar program yang kemudian akan ikut ter-hit jika web dibuka oleh seseorang. Google analytics dan alexa pun juga melakukan hal yang serupa. Mereka meminta kita menanam suatu program atau file ke dalam struktur web kita, selanjutnya mereka akan selalu tahu ketika web kita dibuka. Sebenarnya dapat dibuat sendiri program site tracker sendiri, karena ternyata memang Apache dan bahasa pemrograman sisi server juga mendukung dibuatnya program untuk trace ip tersebut.

Untuk mengenalnya anda dapat membuka halaman http://php.net/manual/en/reserved.variables.server.php. Di sana dikenalkan beberapa hal tentang variable $_SERVER. Cobalah anda membuat sebuah halaman bernama : serverku.php, dan isilah dengan command seperti berikut:

 

bukalah dari sisi client. Apa yang terjadi.

 

Selanjutnya, mari kita kenali beberapa variable penting untuk keperluan site trace tracker ini. Antara lain adalah:

  1. $_SERVER['HTTP_USER_AGENT']; = adalah mesin yang digunakan oleh pengakses, meliputi Operating System, Browser, dan versi yang ada. Tertangkap ketika mengakses file program tracer.
  2. $_SERVER['REMOTE_ADDR']; = adalah IP Pengakses file, tertangkap ketika mengakses program tracer
  3. $_SERVER['HTTP_REFERER']; = adalah halaman yang dibuka (yang mengangkut program trace ) tertangkap ketika mengakses program tracer
  4. $_SERVER['HTTP_X_FORWARDED_FOR']; adalah IP Lokal jika terdeteksi atau IP sebenarnya dibalik Proxy

Sebenarnya masih sangat banyak parameter yang bisa digunakan untuk melengkapi tracer/tracker IP ini. Namun kita hanya akan melakukan pengambilan dengan parameter ini saja dulu.

Selanjutnya kita akan buat dua buah program dengan PHP , yang pertama adalah tracker, yang kedua adalah tampilan untuk melihat hasil tracing IP. Untuk itu kita buat dulu tabel dalam sebuah database dengan susunan kira-kira sebagai berikut: nama database:trace, tabel: hits, dengan kolom

 

Tabel yang terbentuk kira-kira adalah seperti berikut:

No IP Page Waktu Mesin IP Lokal/Proxy
1 127.0.0.1 http://localhost/latihan1/anu.php 2012-04-23 15:12:38
2 127.0.0.1 http://localhost/latihan1/ 2012-04-23 15:11:39

Lantas kita buat program tracer / tracker dengan nama counter.php yang bertujuan melakukan inject ke dalam server database sebagai berikut:

 

Kemudian sisi penampil hasil dengan nama lihat.php dibuat sebagai berikut:

 

Selanjutnya bukalah http://namaserver/dir/counter.php. Dan lihatlah di http://namaserver/dir/lihat.php. Seharusnya anda telah melihat satu IP record baru. Kemudian secara simple, ternyata counter.php ini meskipun berekstensi PHP, namun tetap dapat diload sebagai image. Maka masukkan counter.php ini ke dalam salah satu widget blog anda dengan cara <img src=”http://namaserver/dir/counter.php”>. Setiap kali halaman dibuka, maka file counter.php akan ikut terpanggil dan melakukan proses. Untuk demo dapat diakses di http://bimosaurus.com/demo/lihat.php. Di mana setiap kali anda refresh, anda akan dapat melihat record dari database bertambah. Lihat juga view Source nya dari Browser anda atau tekan tombol Ctrl U. Anda akan mendapati bahwa saya menyisipkan counter.php dengan img src.

Untuk paging halaman lihat.php tidak saya buat, silakan dikembangkan sendiri yang mungkin literaturnya di dapat dari posting lalu http://bimosaurus.com/2011/09/13/simple-advanced-paging-php/ dan http://bimosaurus.com/2012/04/11/contoh-menyiasati-paging-dengan-jquery-jcarousel

Sebenarnya proses tersebut dapat dikembangkan lagi antara lain:

  • Menentukan asal network dan negara
  • Membuka seluruh variabel server yang ada
  • counter.php benar-benar akan berupa gambar
  • Menentukan IP Unik
  • Membuat Statistik
  • Membuat counter berdasar gambar
  • dan lain sebagainya

Namun untuk tahap ini adalah pengenalan dasar pembuatan site tracker. Tentu akan kita bahas di lain posting. Semoga bermanfaat.