Clear Memory Linux Tanpa Restart

Jika di sistem operasi Windows kita mengenal Task Manager untuk mengetahui seberapa dan apa saja load yang digunakan oleh Windows dalam processing data, maka di Linux dalam versi text kita akan mengenal perintah top. Perintah ini hanya dipanggil dengan melakukan pengetikan top. Untuk keluar tinggal mengetikkan tombol “q”. Sepintas isinya adalah sebagai berikut:

 

Baris pertama akan berisi informasi : waktu sekarang, durasi waktu hidup komputer, jumlah user yang berproses, termasuk mysql , nobody dan apache, dan rata-rata beban.

Baris kedua akan berisi task yang aktif, kemudian task yang saat itu sedang berjalan, task yang sedang idle, task berhenti dan task yang zombie alias task yang sebenarnya sudah mati namun masih dideteksi sebagai task aktif karena berbagai hal

Baris ketiga adalah notasi load CPU

Baris ke empat adalah Memory yang diload. Perhatikan pada kolom pertama, yaitu besarnya RAM kita yang tidak termasuk dishared dengan VGA, kolom ke dua adalah memori tergunakan yang akan selalu bertambah besar, kolom ketiga adalah memory sisa/kosong yang akan makin kecil, dan terakhir adalah buffer memory.

Memory kosong, ketika makin kecil, maka proses komputer akan semakin lambat. Kecenderungan proses, semakin lama komputer menyala, maka proses akan makin lambat karena memory terguna akan banyak digunakan oleh buffer. Jika di Windows, kita bisa klik kanan dan refresh untuk melakukan minor refresh, maka Linux dapat dilakukan dengan memberikan perintah :

Minor refresh hanya akan memberikan efek sesaat komputer menjadi sedikit enteng dengan kerja beratnya. Jika di Windows, ketika komputer telah “mabuk” maka usaha lain adalah merestart, maka di Linux dapat dilakukan dengan cara lain selain merestart. Yaitu dengan melakukan clear memory. Hal ini tidak perlu merusak software dan tidak perlu restart. Caranya adalah dengan mengganti value pada :

menjadi 3.

Anda dapat melakukan checking lebih dulu dengan

Biasanya akan berisi nilai 1.

Gambar 1. Menengok isi file drop_caches

 

Selanjutnya lakukan sync lebih dulu, kemudian ubahlah file tersebut dengan cara

Gambar 2. Mengubah drop_caches

Lihatlah perubahanya pada top. Biasanya buffer dan memori terpakai akan menjadi lebih kecil.

 

Gambar 3. Sebelum di clear

 

Gambar 4. Setelah diclear.

 

File /proc/sys/vm/drop_caches ini tidak dapat ditulis dengan editor text lainnya. Hanya dapat dilakukan oleh root dengan mode echo dan diarahkan ke file tersebut.

Untuk notasi angka untuk diisikan ke drop_cache dapat dilihat di sini :

angka 1 untuk membebaskan pagecache

angka 2 untuk membebaskan dentries dan inodes

angka 3 untuk membebaskan semuanya

 

7 Fitur Command/Perintah Internal Linux yang Tidak Ada Persamaannya di Windows/DOS

Linux, secara dasar, memiliki keunggulan dalam mengolah string dan file dibanding dengan sistem operasi Windows. Beberapa command / perintah dasar linux, ternyata tidak dapat disaingi oleh windows, selain dengan installasi program external windows lagi. Beberapa command atau perintah dasar itu adalah :

 

grep

grep adalah suatu perintah yang digunakan untuk melakukan penyaringan suatu keluaran dari perintah lain berdasarkan kata/karakter. Contoh penggunaannya adalah , misal saya ingin mencari direktori yang mengandung kata foto dalam direktori /home/bimo/ pada komputer saya. Maka saya lakukan seperti ini:

hasilnya adalah :

 

Artinya bahwa dengan fasilitas pipa dengan tanda | yang artinya adalah dilanjutkan dengan perintah berikutnya, maka hasil dari ls -al /home/bimo akan dilanjutkan dengan persyaratan “yang memiliki kata foto”

 

Berarti dengan demikian grep dapat diintegrasikan dengan perintah lain seperti locate, cat, dan lain-lain yang menghasilkan keluaran

 

tail

Perintah tail ini berfungsi untuk menampilkan suatu file sejumlah 10 baris terakhir. Perintah tail ini dapat dilanjut dengan opsi tertentu seperti -n, -f dan lain-lainnya. Tail -n dapat digunakan untuk menentukan berapa baris terakhir yang akan ditampilkan. Misal:

Berarti kita akan menampilkan 1000 baris terakhir dari /var/log/messages. Tail -f lebih usefull lagi, yaitu untuk keperluan menampilkan secara realtime dari baris akhir sebuah file. Misal kita akan tampilkan /var/log/messages secara terus menerus, kita tinggal mengetik :

 

 

Untuk keluar dapat digunakan tombol q

 

Untuk linux jenis baru telah dibentuk juga tailf yang artinya tail -f. Tail dapat juga diperlakukan seperti demikian :

yang artinya keluaran dari sebuah perintah, akan difilter sebanyak 10 yang terakhir. Tail begitu sangat berguna terutama untuk membuka file-file log webserver atau sejenisnya yang selalu berjalan. Windows/DOS  akan memiliki kesulitan dalam memmbuka file-file besar berjalan seperti ini. Dan ketika terbuka pun, Windows tidak akan menampilkan pesan terakhir yang muncul. Untuk itu dapat anda cari juga program tail for windows http://tailforwin32.sourceforge.net/

 

 

more

More ini berfungsi untuk menampilkan file text perhalaman yang digabung dengan perintah yang lain misalnya adalah cat. Jika sebuah file text yang berukuran besar, seperti /var/log/messages dengan lebih dari 200 baris, maka dengan more dapat ditampilkan perhalaman. Dengan menekan spasi maka muncul perhalaman ke bawah. Contoh penggunaannya adalah :

sama dengan

 

Untuk keluar sebelum file berakhir dapat digunakan tombol q

 

less

Less ini sama dengan more, hanya saja less dapat diperlakukan naik turun halaman dengan menggunakan tombol U (up) dan D (down). Misal

Untuk keluar dapat digunakan tombol q

 

last

Perintah last digunakan untuk mengetahui siapa yang terakhir login. Hal ini memang tidak bisa dicari persamaannya di windows.

 

top

Perintah top digunakan untuk mengetahui task yang paling besar menggunakan memori. Untuk keluar dari perintah ini dapat menggunakan tombol Q.

 

whoami dan who

who adalah perintah untuk mengetahui siapa saja yang sedang login di komputer tersebut. Biasanya perintah ini disingkat dengan w. Sedangkan whoami adalah perintah untuk mengetahui saat ini kita login sebagai apa.

Sebenarnya masih sangat banyak perintah dasar linux yang fiturnya tidak tertiru di Windows. Namun disini dijelaskan tujuh saja yang paling sering digunakan. Sedangkan beberapa perintah memang banyak yang memiliki kegunaan sama misal :

cat (Linux) vs type (Windows)
ls (Linux) vs dir (Windows)

dan lain sebagainya.

Semoga artikel ini bermanfaat

Table dan Command Permission Linux

Linux, memiliki sejumlah pengaturan hak akses terhadap file dan perintah serta administrasi sistem. Salah satu diantaranya adalah file permission mode. Jika anda lihat pada konsol anda, dan dilakukan listing direktori dengan perintah :

maka akan muncul kira kira seperti demikian:

Perhatikan pada notasi urutan penulisannya. pada blok pertama menunjukkan permission dari file/folder tersebut. Blok kedua adalah jumlah item, blok ketiga adalah user, blok ke empat adalah group, blok kelima adalah ukuran dalam bytes, selanjutnya adalah timestamp dan nama file.

 

NOTASI PERMISSION

Notasi Permission file/directory linux memiliki urutan sebagai berikut

[d/s/-]      [rwx]      [rwx]      [rwx]
1              2            3            4

 

1 : Petunjuk bawah itu direktori/folder, atau file, atau symlinks ke file lain

2 : Hak akses user. R : Read, W: Write, X : Execute

3 : Hak akses group

4 : Hak akses Others

 

Untuk group, bisa jadi satu user dimasukkan ke dalam group user yang lain. Secara umum, seluruhnya masuk dalam group users. Dalam notasi tersebut, jika bagian r berisi r , berarti akses terhadap user/grup tersebut diijinkan. Namun berisi tanda – berarti tidak diijinkan. Begitu pula dengan w dan x.

 

NOTASI ANGKA UNTUK PERMISSION

Linux menggunakan notasi angka untuk mempermudah administrasi pengelolaan hak akses. Notasi tersebut akan berisi seperti demikian :

r : bernilai 4

w : bernilai 2

x : bernilai 1

 

Sehingga jika sebuah user memiliki semua akses akan bernilai 7. Jika user, group, dan others memiliki akses r,w,x akan bernilai 777

 

 

u g o
r 4 4 4
w 2 2 2
x 1 1 1
Value 7 7 7

PEMILIKAN / OWNERSHIP
Kepemilikan dikenal beberapa macam antara lain :
u : user, pemilik
g : group, group
o : others, siapapun juga
a : all

PERINTAH / COMMAND
Perintah administrasi kepemilikan adalah : chmod, artinya adalah change permission mode. Syntax umumnya adalah seperti berikut :

chmod user+permission file/folder = menambahkan hak akses user terhadap aktifitas tertentu. Contoh

chmod a+r /home/bimo/anu/ = mengijinkan pembacaan oleh seluruh user, terhadap direktori /home/bimo/anu

chmod user-permission file/folder = mengurangi hak akses user terhadap aktifitas tertentu. Contoh:

chmod og-w /home/bimo/anu/ = menghapus hak tulis group dan others terhadap direktori /home/bimo/anu

chmod -R user+permission = menambah hak akses user sampai ke dalam subdirektori dan file. Contoh:
chown -R ug+w /home/bimo/anu = menambah hak akses user dan group hingga ke dalam subdirectory (recursively) apapun yang ada di directory /home/bimo/anu

COMMAND chmod dengan NOTASI ANGKA
Untuk mengatur langsung seluruh direktori dengan lengkap hak aksesnya dapat digunakan seperti ini

Contoh

artinya adalah melakukan pengaturan hak akses terhadap /home/bimo/anu dengan setting
user : read + write + execute
group: read + write
other: read + write

atau secara recursively dengan menambahkan -R,untuk akses ke dalam seluruh subdirektori adalah :

artinya adalah seluruh user, group dan others mendapatkan hak read, write, dan execute ke dalam seluruh direktori dan subdirektori dalam direktori /home/bimo/anu

Selamat membaca, semoga bermanfaat