[Contoh] Cara Mudah Membuat Notasi Data untuk Grafik JQuery JQPlot dengan PHP

Salah satu kelemahan JQPlot dibanding HighChart adalah pembuatan notasi data grafik untuk diplot ke dalam halaman web. Seperti beberapa artikel lalu , HighChart memiliki kemudahan penulisan notasi, karena berjajar notasi sejenis, sesuai dengan arraynya. Berbeda dengan JQPlot. Penulisan notasi JQPlot berupa notasi bersama antara array x dan array y. Contoh: Misal kita memiliki dua array yang akan dijadikan grafik.

 

 

Pembuatan grafik dengan Highchart akan menggunakan cara seperti ini :

 

 

 

Sedangkan JQPlot memiliki notasi seperti berikut :

Padahal biasanya PHP akan menghasilkan data berasal dari array yang didapat dari MySQL, PostgreSQL, database lainnya, atau memang berupa data array. Untuk itu biasanya pembuatan grafik JQPlot jelas memakan satu langkah lebih banyak daripada penggunaan Highchart. Namun dengan beberapa kelebihan JQPlot, ditambah dengan kesukaan masing-masing developer, maka tidak salah mencoba menyiasati pembuatan notasi grafik ini. Pembuatan notasi Grafik JQPlot akan coba kita jelaskan pada code berikut ini :

Nah kira kira hasilnya adalah seperti demikian



Nah, selamat mencoba, semoga bermanfaat.

[Contoh] Cara Membuat Grafik Dasar Web Dengan JQuery HighChart

Jika posting lalu telah dikenalkan dasar pembuatan Grafik dengan menggunakan JQuery JQPlot, maka sekarang dikenalkan dengan competitor JQuery Graphing Web juga. Tools berbasis JQuery itu adalah : HighChart. HighChart ini sama saja sebenarnya dengan JQPlot. Hanya saja menurut saya, HighChart ini lebih enak dalam dasar penulisan notasi data yang perlu dituliskan. JQPlot memiliki notasi penulisan data seri yang akan berpotensi lebih bertele (ribet) daripada HighChart.

Contoh adalah jika kita tuliskan pada JQPlot seperti demikian:

dan pada HighChart adalah:

Sedangkan biasanya data dari PHP akan berupa array dari data sejenis. Contoh adalah :

Namun tidak menutup kemungkinan bahwa data yang tersedia akan lebih nyaman menggunakan JQPlot. Pemilihan Tools akhirnya tergantung pada selera dan kebutuhan. Pembuatan grafik JPGraph pun akan memiliki kelebihan sendiri. Antara lain jika penggunaan grafik sekaligus akan dibentuk Gambar JPEG/PNG. Meskipun Highchart juga dapat membentuk JPG, namun terdapat satu keunggulan JPGraph dalam masalah pembuatan image.

Penggunaan Highchart

Source HighChart dapat diambil di http://www.highcharts.com/ demo dan contoh serta docs terletak lengkap disana. Extract Highchart tersebut dalam satu folder tertentu. Dalam contoh di sini digunakan Highchart pada http://bimosaurus.com/demo/highchart/

Selanjutnya untuk dasar penggunaan Grafik Line, akan digunakan seperti berikut langkahnya

  • Include script JQuery
  • Membuat script dengan diarahkannya grafik pada elemen yang dikehendaki
  • Melakukan penyisipan script Highchart
  • Menentukan letak elemen tujuan

Kira-kira akan seperti berikut ini script untuk membuat baris:

Kira-kira grafik yang akan dibentuk adalah seperti demikian.

Nah, selamat mencoba babak pertama JQPlot VS HighChart ini.. Selanjutnya akan kita buat sebuah contoh pembuatan grafik dengan JQPlot dan Highchart yang datanya diambil dari dalam database

Selamat Mencoba..

[Contoh] Cara Membuat Grafik Dasar Web dengan JQuery JQPlot

Selain dengan mode HTML biasa dan JPGraph, ada cara yang sekarang lebih populer dalam pengembangan grafik, yaitu dengan memanfaatkan turunan JQuery. Dengan JQuery dan Ajax, maka kemampuan browser dapat dimaksimalkan untuk keperluan pembuatan grafik yang lebih dinamis dan siap untuk detail tidak sekedar image. Memang pada akhirnya antara Grafik HTML, Grafik JPGraph dan Grafik JQuery, tetap memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri.

Pembuatan grafik dengan JQuery banyak sekali macam yang ditawarkan dari berbagai free-vendor berbasis opensource. Beberapa diantaranya adalah JQPlot, HighChart, AjaxGraph dan lain sebagainya. Di posting kali ini akan dicoba membuat grafik dengan memanfaatkan JQuery JQPlot. JQPlot dapat diambil source di situs aslinya yaitu http://www.jqplot.com/. Bisa di dowload dan di extract dalam folder httpdocs anda. Setelah itu dapat anda pelajari, hanya saja beberapa source jquery mengambil source dari link external, namun tidak masalah, dapat diambil secara manual. Example dan documentasi dapat juga diambil di http://www.jqplot.com/tests/ dan http://www.jqplot.com/docs/. JQPlot menyediakan banyak macam grafik, antara line, bar, pie, blok, dan lain sebagainya, dengan skala yang bervariasi dan dapat diperbesar (zoom) dengan melakukan select block pada grafik tersebut.

Berikut beberapa langkah cara proses pengambilan data dan pembentukan grafik yang dapat dillakukan dengan menggunakan JQuery JQPlot.

  1. Penyisipan kode dan style
  2. Pendefinisian elemen yang akan digunakan sebagai area grafik
  3. Plot Grafik

Penyisipan kode standard antara lain dilakukan dengan cara menambahkan baris berikut:

PERHATIAN:
Lakukan penulisan script dan sesuaikan dengan path yang ada pada script anda. Pada contoh, saya menggunakan path http://bimosaurus.com/demo/

Penentuan area dapat dilakukan dengan contoh di bawah ini. Perhatikan, anda berhak membuat ID div sendiri. ID ini yang nanti akan dipanggil dalam script PLOT :

Lantas lakukan plottingnya:

Dengan angka depan terletak di sumbu x dan angka belakang terletak di sumbu y. Perlu diperhatikan bahwa untuk kondisi standard, kita hanya bisa menggunakan jenis grafik dengan sumbu x adalah angka, dan sumbu y juga angka.

Kira-kira, kode utuh akan seperti ini:

Kemudian grafiknya akan seperti ini:



Nah, selamat mencoba lebih dahulu, posting selanjutnya akan berkisar pembuatan grafik dengan JQPlot lebih lanjut, tentu digabung dengan data dari MySQL dan pengambilan data oleh PHP