[WebServer] Mengaktifkan Fitur Kompresi Webserver

nginx
Salah satu bentuk dukungan pemilik web terhadap para pengaksesnya adalah : mempermudah proses pembukaan web. Mempermudah itu dapat berarti banyak hal:

  1. Mengaktifkan tampilan yang responsif terhadap lebar layar dan jenis media
  2. Memperingan load web, selain cepat diakses juga mengurangi pemborosan quota selular pengakses

Continue reading “[WebServer] Mengaktifkan Fitur Kompresi Webserver”

Mainan For di bash Linux

Terimakasih yang mau menunggu lama artikel singkat ini, maaf requestnya baru kejawab :D . Antri. Seorang rekan bertanya : “Bagaimana bisa otomatis membuat direktori yang sama dengan isi tabel user di sebuah tabel user mysql? Syaratnya perintahnya singkat”. Ilustrasinya adalah sebagai berikut. Terdapat sebuah tabel user pada database pegawai, dengan isi sebagai berikut:

Id username
1 bimo
2 wahyu
3 sukar

Dari sejumlah nama itu akan dibuat sebuah direktori yang berisi subdirektori yang memiliki nama seperti pada tabel tersebut.
Mula-mula kita perlu tahu perintah bash shell mysql untuk menampilkan tabel. Kita tahu bahwa syntax mysql untuk menampilkan isi tabel user pada database pegawai adalah
Continue reading “Mainan For di bash Linux”

Menggunakan Perintah find, xargs, sed dan grep Untuk Efektifitas Find and Replace

Salah satu perintah dasar UNIX yang digunakan juga di Linux, adalah sed. Fungsi sed, sangat membantu dalam proses operasional server Linux. Perintah ini bersama dengan grep, tail, xargs dan lain sebagainya, adalah perintah-perintah dasar yang persamaan fungsinya tidak dapat ditemui di sistem operasi Windows, kecuali install dari luar. Sed, paling sering saya lakukan saat saya perlu melakukan pencarian file yang memiliki karakter tertentu. Saya gunakan juga sed untuk sekaligus melakukan pengubahan pada text tersebut (Find Replace).
Continue reading “Menggunakan Perintah find, xargs, sed dan grep Untuk Efektifitas Find and Replace”

Konsep LISTEN dalam network service

Layanan jaringan ( network service ) seperti web, database RDBMS, ssh, dan lain sebagainya, menganut mazhab konsep client-server. Client artinya peminta / pengguna layanan, dan server adalah penyedia layanan. Antara client dan server memiliki kesepakatan melalui sebuah jalur virtual yang dinamakan protokol. Protokol tersebut dilambangkan dengan angka port. Angka port yang tersedia adalah 1-65535. Beberapa jalur populer / penting telah diregisterkan memiliki port default seperti :

Web / HTTP port 80
SSH port 22
telnet port 23
FTP port 21
https port 443

dan lain sebagainya.

 
Continue reading “Konsep LISTEN dalam network service”

Clear Memory Linux Tanpa Restart

Jika di sistem operasi Windows kita mengenal Task Manager untuk mengetahui seberapa dan apa saja load yang digunakan oleh Windows dalam processing data, maka di Linux dalam versi text kita akan mengenal perintah top. Perintah ini hanya dipanggil dengan melakukan pengetikan top. Untuk keluar tinggal mengetikkan tombol “q”. Sepintas isinya adalah sebagai berikut:

 

Baris pertama akan berisi informasi : waktu sekarang, durasi waktu hidup komputer, jumlah user yang berproses, termasuk mysql , nobody dan apache, dan rata-rata beban.

Baris kedua akan berisi task yang aktif, kemudian task yang saat itu sedang berjalan, task yang sedang idle, task berhenti dan task yang zombie alias task yang sebenarnya sudah mati namun masih dideteksi sebagai task aktif karena berbagai hal

Baris ketiga adalah notasi load CPU

Baris ke empat adalah Memory yang diload. Perhatikan pada kolom pertama, yaitu besarnya RAM kita yang tidak termasuk dishared dengan VGA, kolom ke dua adalah memori tergunakan yang akan selalu bertambah besar, kolom ketiga adalah memory sisa/kosong yang akan makin kecil, dan terakhir adalah buffer memory.

Memory kosong, ketika makin kecil, maka proses komputer akan semakin lambat. Kecenderungan proses, semakin lama komputer menyala, maka proses akan makin lambat karena memory terguna akan banyak digunakan oleh buffer. Jika di Windows, kita bisa klik kanan dan refresh untuk melakukan minor refresh, maka Linux dapat dilakukan dengan memberikan perintah :

Minor refresh hanya akan memberikan efek sesaat komputer menjadi sedikit enteng dengan kerja beratnya. Jika di Windows, ketika komputer telah “mabuk” maka usaha lain adalah merestart, maka di Linux dapat dilakukan dengan cara lain selain merestart. Yaitu dengan melakukan clear memory. Hal ini tidak perlu merusak software dan tidak perlu restart. Caranya adalah dengan mengganti value pada :

menjadi 3.

Anda dapat melakukan checking lebih dulu dengan

Biasanya akan berisi nilai 1.

Gambar 1. Menengok isi file drop_caches

 

Selanjutnya lakukan sync lebih dulu, kemudian ubahlah file tersebut dengan cara

Gambar 2. Mengubah drop_caches

Lihatlah perubahanya pada top. Biasanya buffer dan memori terpakai akan menjadi lebih kecil.

 

Gambar 3. Sebelum di clear

 

Gambar 4. Setelah diclear.

 

File /proc/sys/vm/drop_caches ini tidak dapat ditulis dengan editor text lainnya. Hanya dapat dilakukan oleh root dengan mode echo dan diarahkan ke file tersebut.

Untuk notasi angka untuk diisikan ke drop_cache dapat dilihat di sini :

angka 1 untuk membebaskan pagecache

angka 2 untuk membebaskan dentries dan inodes

angka 3 untuk membebaskan semuanya

 

7 Fitur Command/Perintah Internal Linux yang Tidak Ada Persamaannya di Windows/DOS

Linux, secara dasar, memiliki keunggulan dalam mengolah string dan file dibanding dengan sistem operasi Windows. Beberapa command / perintah dasar linux, ternyata tidak dapat disaingi oleh windows, selain dengan installasi program external windows lagi. Beberapa command atau perintah dasar itu adalah :

 

grep

grep adalah suatu perintah yang digunakan untuk melakukan penyaringan suatu keluaran dari perintah lain berdasarkan kata/karakter. Contoh penggunaannya adalah , misal saya ingin mencari direktori yang mengandung kata foto dalam direktori /home/bimo/ pada komputer saya. Maka saya lakukan seperti ini:

hasilnya adalah :

 

Artinya bahwa dengan fasilitas pipa dengan tanda | yang artinya adalah dilanjutkan dengan perintah berikutnya, maka hasil dari ls -al /home/bimo akan dilanjutkan dengan persyaratan “yang memiliki kata foto”

 

Berarti dengan demikian grep dapat diintegrasikan dengan perintah lain seperti locate, cat, dan lain-lain yang menghasilkan keluaran

 

tail

Perintah tail ini berfungsi untuk menampilkan suatu file sejumlah 10 baris terakhir. Perintah tail ini dapat dilanjut dengan opsi tertentu seperti -n, -f dan lain-lainnya. Tail -n dapat digunakan untuk menentukan berapa baris terakhir yang akan ditampilkan. Misal:

Berarti kita akan menampilkan 1000 baris terakhir dari /var/log/messages. Tail -f lebih usefull lagi, yaitu untuk keperluan menampilkan secara realtime dari baris akhir sebuah file. Misal kita akan tampilkan /var/log/messages secara terus menerus, kita tinggal mengetik :

 

 

Untuk keluar dapat digunakan tombol q

 

Untuk linux jenis baru telah dibentuk juga tailf yang artinya tail -f. Tail dapat juga diperlakukan seperti demikian :

yang artinya keluaran dari sebuah perintah, akan difilter sebanyak 10 yang terakhir. Tail begitu sangat berguna terutama untuk membuka file-file log webserver atau sejenisnya yang selalu berjalan. Windows/DOS  akan memiliki kesulitan dalam memmbuka file-file besar berjalan seperti ini. Dan ketika terbuka pun, Windows tidak akan menampilkan pesan terakhir yang muncul. Untuk itu dapat anda cari juga program tail for windows http://tailforwin32.sourceforge.net/

 

 

more

More ini berfungsi untuk menampilkan file text perhalaman yang digabung dengan perintah yang lain misalnya adalah cat. Jika sebuah file text yang berukuran besar, seperti /var/log/messages dengan lebih dari 200 baris, maka dengan more dapat ditampilkan perhalaman. Dengan menekan spasi maka muncul perhalaman ke bawah. Contoh penggunaannya adalah :

sama dengan

 

Untuk keluar sebelum file berakhir dapat digunakan tombol q

 

less

Less ini sama dengan more, hanya saja less dapat diperlakukan naik turun halaman dengan menggunakan tombol U (up) dan D (down). Misal

Untuk keluar dapat digunakan tombol q

 

last

Perintah last digunakan untuk mengetahui siapa yang terakhir login. Hal ini memang tidak bisa dicari persamaannya di windows.

 

top

Perintah top digunakan untuk mengetahui task yang paling besar menggunakan memori. Untuk keluar dari perintah ini dapat menggunakan tombol Q.

 

whoami dan who

who adalah perintah untuk mengetahui siapa saja yang sedang login di komputer tersebut. Biasanya perintah ini disingkat dengan w. Sedangkan whoami adalah perintah untuk mengetahui saat ini kita login sebagai apa.

Sebenarnya masih sangat banyak perintah dasar linux yang fiturnya tidak tertiru di Windows. Namun disini dijelaskan tujuh saja yang paling sering digunakan. Sedangkan beberapa perintah memang banyak yang memiliki kegunaan sama misal :

cat (Linux) vs type (Windows)
ls (Linux) vs dir (Windows)

dan lain sebagainya.

Semoga artikel ini bermanfaat

[Tips Trick] Mengatur BitRate/Bautrate Modem SMS dan Internet di Linux

Seiring dengan pesatnya teknologi yang berjalan di era ini, terutama teknologi mobile dan seluler, maka semakin meningkat juga kebutuhan akan modem mobile, baik modem GSM maupun CDMA berbagai jenis. Modem ini sesuai dengan namanya bertugas untuk memodulasi dan demodulasi frekuensi pembawa suatu data. Baik data itu adalah data internet ataupun data yang lain.Modem GSM/CDMA membawa data internet dan bertugas memisahkan data internet dari frekuensi pembawanya. Modem ini bekerja dengan frekuensi tertentu yang sering disebut dengan BITRATE atau BAUDRATE. Untuk di Windows, cara mengetahui frekuensi kerja dari sebuah modem ini tinggal dilakukan di Device Manager. Baudrate/bitrate dapat diatur sesuai dengan kebutuhan, yang nantinya mungkin akan digunakan untuk internet (jika di linux menggunakan wvdial), untuk SMS Gateway (baik menggunakan engine Gammu, SMSTools, Kannel, GNokii) untuk saling disesuaikan terhadap konfigurasi engine tersebut.

Jika di windows sudah sangat mudah cara mengetahui dan mengatur bitrate, bagaimanakah di Linux? Sangat mudah. Kita tinggal memanfaatkan perintah stty.Namun sebelumnya memang harus dipastikan terlebih dahulu, modem terinsert / termount di bagian mana. Untuk linux, modem biasanya akan termount sebagai ttyUSB0 di direktori /dev/ . Jika biasanya kita menggunakan USB modem, maka kita tinggal mencari di :

 

Jika modem USB telah plug / terpasang, maka akan muncul seperti ini :

 

Jika tidak muncul berarti modem USB belum terpasang. Bisa juga kita gunakan perintah dmesg seperti :

 

 

Jika telah terpasang, biasanya akan muncul seperti ini :

 

 

selanjutnya dengan mode root, kita lakukan pengecekan Bitrate dengan cara :

 

 

Contoh

 

 

perintah ini akan menghasilkan keluaran angka misal : 9600

 

Bagaimana untuk mengatur bitrate? Pengaturan bitrate masih sama, menggunakan stty. Hanya saja perlu ditambahkan angka bit yang bisa dimasukkan sebagai bitrate modem pada bagian setelah -F , seperti contoh berikut:

 

 

Selama modem tersebut kuat dan dapat menerima value tersebut, modem akan terset dengan angka tersebut. Angka yang bisa digunakan antara lain : 9600, 19200, 57600, 115200, 230400. Tergantung kekuatan modem. Setelah itu seharusnya anda check kembali apakah stty telah bisa dijalankan dengan angka tersebut. Nah setelah itu, anda test server SMS Gateway anda, atau Wvdial anda. Semoga artikel ini bermanfaat

 

 

Contoh konfigurasi yang biasa digunakan :

  • Gammu, konfigurasi pada gammurc dan smsdrc / gammu-smsdrc

  • SMS Tools, konfigurasi ada pada /etc/smsd.conf atau custom

  • WVDial, konfigurasi pada /etc/wvdial.conf